Buku “Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta” adalah salah satu karya paling ikonik dari sastrawan besar Indonesia, Tere Liye. Buku ini merupakan kumpulan sajak, puisi, dan prosa pendek yang mengupas tuntas tentang perasaan paling kompleks manusia: cinta.
Berbeda dengan novel-novelnya yang panjang dan penuh petualangan, buku ini lebih bersifat kontemplatif dan puitis. Berikut adalah deskripsi mendalam mengenai buku tersebut:
📖 Intisari Buku
Buku ini mengeksplorasi gagasan bahwa cinta memiliki eksistensi yang mandiri. Cinta tidak bergantung pada kata-kata, pengakuan, atau bahkan balasan. Seperti judulnya, buku ini menekankan bahwa:
-
Cinta adalah kata kerja, bukan sekadar kata sifat.
-
Ketulusan tidak selalu membutuhkan panggung atau pengumuman.
-
Diam bisa menjadi bentuk penyampaian cinta yang paling dalam dan terhormat.
✨ Tema-Tema Utama
Tere Liye membagi renungan dalam buku ini ke dalam beberapa spektrum perasaan:
-
Cinta yang Terpendam: Tentang mereka yang memilih mencintai dalam diam demi menjaga kehormatan perasaan atau karena keadaan yang tidak memungkinkan.
-
Keikhlasan dan Melepaskan: Bagaimana cinta yang sejati seringkali diuji saat kita harus merelakan orang yang dicintai bahagia dengan jalan lain.
-
Kesederhanaan dalam Mencintai: Mengingatkan pembaca bahwa cinta seringkali hadir dalam hal-hal kecil: perhatian sederhana, doa di sepertiga malam, dan kesetiaan dalam jarak.
-
Rindu: Menggambarkan rindu sebagai konsekuensi logis dari cinta yang tidak selalu bisa bertemu secara fisik.
🎨 Gaya Penulisan
Ciri khas Tere Liye dalam buku ini adalah kemampuannya mengubah hal-hal biasa menjadi metafora yang menyentuh hati. Kalimat-kalimatnya cenderung lugas namun bernyawa, tidak menggunakan bahasa yang terlalu mendayu-dayu sehingga pesannya mudah meresap ke pembaca dari berbagai kalangan.
🖋️ Kutipan Terkenal
Salah satu kutipan yang paling membekas dari buku ini adalah:
“Cinta itu seperti angin, kita tidak bisa melihatnya, tetapi kita bisa merasakannya. Dikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta. Bahkan saat kau memilih diam, jika itu demi kebaikannya, itulah cinta yang paling jujur.”
Buku ini sangat cocok bagi siapa saja yang sedang merasa “sendirian” dalam perasaannya atau bagi mereka yang ingin memahami bahwa mencintai tidak harus selalu memiliki.
Apakah kamu ingin saya membantu merangkum beberapa kutipan terbaik dari buku ini untuk dijadikan status atau bahan renungan?




